Diskusi Iklim bersama Stasiun Klimatologi BMKG KalSel

Indonesia merupakan salah satu negara yang mengalami ancaman terhadap perubahan iklim. Banjir, kekeringan panjang, tanah longsor, kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia berkaitan dengan terjadinya perubahan iklim di dunia. Begitupula Provinsi Kalimantan Selatan dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan secara khusus beberapa tahun terakhir terjadi banjir, tanah longsor dan angin putting beliung.

Secara teori terdapat 3 jenis bencana alam yaitu :

  1. Bencana Alam Geologi, merupakan bencana alam yang terjadi karena faktor tenaga dari dalam bumi. Contoh dari bencana alam geologi adalah seperti gempa bumi, gunung meletus, tsunami dan juga tanah longsor
  2. Bencana Alam Meteorologi, merupakan bencana alam yang terjadi karena adanya perubahan iklim atau cuaca. Contohnya adalah seperti Badai siklon, badai tropis, kekeringan, banjir dan sebagainya.
  3. Bencana Alam Ekstra Terestrial, merupakan bencana alam yang terjadi karena faktor dari luar angkasa seperti badai meteor, badai matahari dan sebagainya.

Secara lebih khusus untuk membahas Bencana Alam Meteorologi, Bidang Litbang, Bappelitbangda Kabupaten Hulu Sungai Selatan bekerjasama dengan Stasiun Klimatologi, BMKG Kalimantan Selatan melaksanakan Diskusi dengan Tema Perubahan Iklam dan Analisis Bencana di HSS, secara online (zoom) pada Rabu, 5 April 2023.

Goeroeh Tjiptanto, M.T.I, selaku Kepala Stasiun Klimatologi, BMKG Kalimantan Selatan menjadi Narasumber pada Diskusi ini. Dengan peserta seluruh perwakilan Perangkat Daerah dan Kecamatan.

Beberapa kali bencana banjir di HSS dipengaruhi oleh curah hujan yang ekstrem, walaupun curah hujan bukan hanya satu-satunya yang menyebabkan banjir. Dan banjir  tidak hanya karena pengaruh Curah Hujan yang terjadi di Wilayah tersebut saja, bisa juga dipengaruhi wilayah lain.

Hal ini dapat dilihat pada kasus curah hujan 24 februari 2023 yang tergolong kriteria ekstrem (> 150 mm/hari), begitupula pada 25 Maret 2023 juga tergolong ekstrem. Dan dua-duanya menyebabakan banjir di daerah loksado dan Kandangan sekitarnya pada 25-26 Maret 2023.

Goeroeh Tjiptanto, M.T.I selaku Narasumber memprediksi bahwa secara umum Kabupaten Hulu Sungai Selatan akan kembali ke normal dalam hal musim hujan dan kemarau, hal ini dikarenakan tidak adanya pengaruh Lalina tahun ini.

Tahun 2023 ini Normal Awal Musim Kemarau di HSS Terjadi pada rentang waktu: Pertengahan Mei hingga Pertengahan Juli, (Daerah Daha Pertengahan Mei, Daerah Daratan Akhir Juni, dan Daerah Gunung – Loksado pada Pertengahan Juli).   Adapun Normal Panjang Musim Kemarau (lamanya) di HSS Selama: 11 hingga 16 Dasarian atau (4 hingga 6 Bulan). Normal Puncak Musim Kemarau di HSS Terjadi pada : Agustus.

Normal Awal Musim Hujan di HSS Terjadi pada rentang waktu: Akhir Oktober hingga Awal November  (Daerah Daha dan Daerah Daratan pada Akhir oktober, dan Sebagian Daerah Gunung – Loksado pada Awal November).  Normal Panjang Musim Hujan (lamanya) di HSS Terjadi pada : 20 hingga 25 Dasarian atau (6 hingga 8 Bulan). Dan Normal Puncak Musim Hujan di HSS Terjadi pada : Desember

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *